Mengubah Hidup Dengan THE MAGIC OF LIFE

Benang Emas Rasa Syukur


Berabad-abad yang lalu sebelum catatan awal dari manusia, kekuatan syukur telah dikhotbahkan dan dipraktekkan, dan dari sana sudah berabad-abad diwariskan, menyebar ke seluruh benua, menembus batas peradaban dan budaya.  Agama-agama besar, Kristen, Islam, Budha, Sikh, dan Hindu semuanya mengajarkan tentang syukur.

Muhammad pernah bersabda bahwa bersyukur atas kelimpahan yang telah Anda terima adalah jaminan terbaik untuk kelimpahan selanjutnya.

Budha mengatakan bahwa tidak ada perjuangan yang perlu Anda lakukan kecuali untuk bersyukur dan bergembira.

Lao Tzu mengatakan bahwa jika Anda bergembira dengan apa yang ada, seluruh dunia akan menjadi milik Anda.

Krishna mengatakan bahwa apa pun yang ia persembahkan ia terima dengan gembira.

Daud berterimakasih kepada seluruh dunia, atas segala yang di antara langit dan bumi.

Dan Yesus mengucapkan terimakasih sebelum ia melakukan mujizat.

Praktek bersyukur menjadi akar dari hampir seluruh tradisi umat manusia di bumi ini.  Dari kutub utara hingga selatan dari ujung timur hingga ujung barat.

Mari kita renungkan!

Penemuan-penemuan ilmiah Einstein mengubah cara pandang kita terhadap semesta. Ketika ia ditanya tentang pencapaian-pencapaian monumentalnya, ia berterimakasih kepada orang lain. Einstein, salah satu orang terpandai di dunia, berterimakasih kepada lebih dari seratus orang setiap harinya atas pekerjaan yang telah mereka lakukan.

Jadi...tidaklah mengherankan begitu banyak misteri hidup yang diungkapkan kepada Einstein.  Ia berhasil menemukan temuan-temuan ilmiah terbesar dalam sejarah umat manusia.  Karena ia mempraktekkan syukur setiap hari dalam hidupnya, dan ia menerima banyak kelimpahan.

Para ilmuwan, filsuf, penemu, pencipta, dan Nabi yang mempraktekkan syukur menuai hasilnya. Mereka menyadari kekuatan dahsyat dalam syukur.  Sayangnya kekuatan syukur belum diketahui oleh sebagian besar manusia masa kini, karena untuk mengalami keajaiban dari syukur di dalam hidup.... Anda harus Mempraktekkannya!

Kisah saya boleh menjadi contoh sempurna seperti apa hidup ini jika seseorang tidak bersyukur, dan apa yang terjadi jika kita menjadikan syukur sebagai bagian dari hidup..

Jika 8 tahun yang lalu saya ditanya apakah saya orang yang bersyukur, saya akan menjawab, "Ya, tentu saja saya orang yang bersyukur.  Saya mengucapkan terimakasih saat menerima hadiah, ketika seseorang melakukan sesuatu untuk saya, saya berterimakasih kepadanya.

Tetapi sesungguhnya saya bukanlah orang yang bersyukur.  Saya tidak tahu seperti apa sesungguhnya arti bersyukur, dan sesekali saja saya mengucapkan terimakasih.  Jelas ini tidak menjadikan saya seorang yang penuh syukur.

Tanpa syukur hidup saya sangat sulit.  Punya banyak hutang, setiap bulan hutang itu semakin besar.  Saya bekerja keras, tetapi kondisi secara finansial saya tidaklah membaik. Dalam usaha membayar hutang yang semakin menumpuk, saya terus hidup dalam area yang saya sebut Stress Area (bukan rest area...hehehe).  Hubungan relasi saya berayun seperti pendulum yang semakin lama semakin lambat.

Saya boleh disebut "sehat dan kuat", namun saya sungguh merasa kelelahan disaat harus mengakhiri hari di ujung malam.  Saya gembira ketika pergi bersama teman-teman, berlibur. Tetapi kenyataan harus bekerja lebih keras untuk membayar kenikmatan itu membuat saya semakin stress.

Saya tidak sedang hidup.  Saya hanya bertahan, dari hari ke hari, dan saya tidak bisa lebih cepat menyelesaikan satu masalah dibandingkan datangnya berbagai masalah.

Tetapi kemudian terjadi sesuatu yang mengubah segala sesuatu di dalam hidup saya sejak saat itu.  Saya menemukan rahasia hidup, dan akibat penemuan itu saya mulai melakukan praktek bersyukur setiap hari.  Alhasil, segala sesuatu dalam hidup saya berubah, dan semakin saya mempraktekkan syukur, semakin ajaiblah hasilnya.  Hidup saya benar-benar ajaib!

Untuk pertama kalinya dalam hidup saya, saya terbebas dari hutang, dan tidak lama sesudahnya saya mempunyai semua uang yang saya inginkan untuk melakukan apa pun yang saya inginkan.  Relasi, pekerjaan, dan kesehatan membaik dan bukan menghadpai hambatan-hambatan harian.  Hari-hari saya dipenuhi dengan hal-hal indah yang dilanjutkan dengan hal indah lainnya.  Kesehatan dan energi saya meningkat tajam, bahkan saya merasa jauh lebih baik dibanding saat usia 30 an.

Lebih dari semua itu, saya merasa jauh lebih bahagia dari yang saya bayangkan. Kebahagiaan yang mendalam, kebahagiaan terbesar yang pernah saya rasakan.  SYUKUR telah mengubah hidup saya, dan seluruh hidup saya berubah secara AJAIB.


Selanjutnya saya akan bagikan kepada Anda; "Bagaimana mendatangkan KEAJAIBAN dalam hidup Anda"

Jangan kemana-mana!  Tetap di Magic of LIFE!!  Cung.... hehehehe....

Bagikan Artikel Ini Kepada Teman Anda

Share on FacebookTweet on TwitterPlus on Google+