Mengubah Hidup Dengan THE MAGIC OF LIFE

RESIGN YANG GAGAL


Bagaimana mungkin Anda bisa menghargai kesuksesan kalau Anda tidak pernah "gagal"?

Re-sign gagal, bisa jadi karena terpengaruh oleh teman-teman yang sudah jadi pengusaha sukses, namun dia sendiri gagal menjalankan bisnisnya dan akhirnya frustrasi. Maksud Re-sign gagal di sini adalah mereka yang sudah bosan bekerja, dan ingin masuk atau berpindah menjadi pengusaha, namun karena belum punya pengalaman akhirnya gagal dalam menjalankan usaha/bisnisnya alias bangkrut.

Saya pernah gatot (gagal total); jualan ndak laku, ketipu dalam jumlah yang cukup besar, rugi dalam investasi, jualan pakai lapak di pinggiran jalan tidak ada yang beli sama sekali, beneran... malunya minta ampun saya waktu itu. Banyak orang memandang sebelah mata. Tapi Puji Tuhan, tidak sampai bangkrut, dalam arti masih bisa bertahan. Dan pengalaman itu justru membuat saya semakin kuat.

Sebenarnya, menjadi pengusaha belum tentu lebih baik dibanding menjadi karyawan. Juga sebaliknya, menjadi karyawan belum tentu lebih buruk dibanding menjadi pengusaha. Menjadi pengusaha juga belum tentu lebih kaya dibanding menjadi karyawan. Seperti saya misalnya, saya pengusaha tetapi penghasilan saya tidak lebih besar dari Dirut Pertamina. Kata orang, di atas langit masih ada langit. Di atas saya masih terlalu banyak yang jauh lebih sukses. Tetapi saya bersyukur karena boleh merasakan kebahagiaan dengan semua apa yang sudah saya dapatkan selama ini.

Pengusaha atau karyawan, hanya masalah aktualisasi diri. Keduanya sama-sama dibutuhkan. Bayangkan saja jika semua jadi pengusaha, lalu siapa yang jadi karyawannya? Tapi minimal kita upayakan karyawannya bukan Anda. Gimana kalau sekarang Indonesia yang import TKI (tenaga kerja india) atau TKW (tenaga kerja washington)... berani membayangkan?

Banyak cerita pedih mengenai Re-sign gagal, frustrasi, bahkan sampai ada yang hampir bercerai dengan pasangannya. Usaha sudah berjalan lebih dari setahun tapi tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Ini karena menjalankan bisnis tanpa ilmu yang bagi saya cuma ada satu ilmu yaitu ilmu alam. Ibarat berlayar tanpa persiapan yang cukup. Kalau mau berlayar, pakailah otak kanan, lalu otak kiri, jangan nggak pakai otak, atau otak kiri terus. Harus berimbang, karena alam menyukai keseimbangan.

Otak di sini adalah; pertama Mindset. Orang berpikir bahwa menjadi pengusaha itu enak. Bob Sadino tokoh pengusaha terpopuler dulu kerja banting tulang jualan telur door to door. Pernah bangkrut, dan saking tidak punya uang pilihannya cuma dua yaitu nasi atau rokok. Untuk kebutuhan merokoknya Bob Sadino bahkan siap mencari puntung rokok bekas. Anda bersedia seperti itu?

Chairul Tanjung dulu juga jungkir balik merintis usaha, jaga mesin foto copy, jaga toko alat kesehatan. Mindset yang sangat keliru jika hal-hal seperti itu tidak dilakukan karena malu atau gengsi. Apa yang terjadi? Usaha tidak jalan, bisnis macet. Kesalahan yang sering terjadi adalah ketika di awal-awal merintis usaha langsung mempercayakan kepada karyawan (orang lain). Membesarkan usaha atau menjaga toko di awal-awal adalah satu keharusan.

Otak di sini; kedua adalah pikirannya hutang melulu! Beli Gadget saja pakai hutang, bayar makan, atau belanja pakai kartu kredit. Buka usaha pakai hutang ke bank. Untuk awal buka usaha janganlah pakai modal hutang. Bolehlah kalau untuk membesarkan atau mengembangkan usaha pakai hutang ke bank yang bunganya rendah atau pakai bank yang syariah. 

Saya merintis usaha yang terakhir ini dengan modal yang sangat kecil, Rp.1.500.000, hasil dari menabung. Terus bertambah dan bertambah hingga akhirnya saya bisa beli mobil secara tunai, cash keras.

Sebenarnya hutang sah-sah aja dalam bisnis. Saya hutang kepada supplier, dalam arti pembayarannya tempo, asal pada saat jatuh temponya dibayar. Hutang itu ibarat pedang bermata dua, harus extra hati-hati dalam menggunakannya.

Ada 3 (tiga) hal prinsip mendasar yang harus dipegang dalam menjalankan bisnis yaitu :
  1. Konsisten
  2. Jangan Serakah 
  3. Jangan Balas Dendam
Berbeda dengan orang yang cerdik, orang yang serakah akan membabi buta membuka usaha-usaha baru, investasi di banyak hal, apakah itu usaha teman, saudara, bahkan yang high risk semacam index atau forex. Alih-alih untung besar, malah duit habis terkuras. Hingga akhirnya usaha pun tidak berkembang, bahkan jatuh bangkrut. 

Lebih jauh tentang Konsisten dan Balas Dendam akan kita kemukakan di kesempatan lain.

Bagikan Artikel Ini Kepada Teman Anda

Share on FacebookTweet on TwitterPlus on Google+