Mengubah Hidup Dengan THE MAGIC OF LIFE

SENDIRI ITU NGGAK NYAMAN


Dalam sebuah seminar, narasumber bertanya pada para peserta di awal presentasinya.

Dia meminta para peserta untuk berdiri untuk menjawab pertanyaan yang diajukannya.

"Siapa yang dari luar kota?" lebih dari separuh peserta berdiri.

"Siapa yang sudah menikah?" sepertiga peserta berdiri.

"Siapa yang usianya lebih dari 60 tahun?" satu peserta berdiri.

"Siapa yang pernah bercerai?" empat peserta berdiri.

Kemudian ia bertanya kepada para peserta, "Apa yang Anda rasakan ketika berdiri, apalagi berdiri sendiri?"

"Engga enak pak, ngga nyaman banget, apalagi sendirian."

Itulah yang seringkali dirasakan banyak orang ketika merasa bahwa dirinya itu sendirian, berbeda dengan kebanyakan orang di sekitarnya. Karena manusia membutuhkan perasaan diterima (acceptance).

Ada 4 hal mendasar yang menjadi kebutuhan manusia dalam kehidupannya yaitu :

1. Acceptance (diterima)
2. Apreciation (dihargai)
3. Affection (dikasihi)
4. Affirmation (didukung).

Selanjutnya akan kita sebut dengan singkatan 4A. Dalam dunia kerja maupun bisnis, karena 4A ini sifatnya spiritual (perasaan), sulit diukur parameternya. Butuh kecerdasan emosional untuk memahami dan mengaplikasikannya. Mirip seperti insting, secara science anda tidak bisa menjelaskan, tapi anda tahu bahwa itu ada.

“Kalau kebutuhan fisik, seperti sandang, pangan dan papan, dapat diukur dengan materi. Atau kebutuhan pikiran, yakni pengetahuan atau skill, yang bisa diukur dengan ijazah, sertifikat keahlian atau hobi.”

Acceptance sudah kita bahas diatas, lalu bagaimana dengan Appreciation, Affection dan Affirmation.


Appreciation.
Saya tidak tahu bagaimana budaya penghargaan dalam kehidupan Anda. Tapi saya pikir Anda setuju, bahwa dihargai berarti kerja keras Anda diapresiasi.
Lalu bagaimana rasanya diapresiasi?
Saya yakin menyenangkan, bahkan mungkin tak ternilai. Cobalah menjawab jawab pertanyaan-pertanyaan berikut.
Pernahkah Anda mendapatkan ucapan terimakasih dari atasan atau rekan Anda?
Pernahkah nama Anda disebut oleh pimpinan Anda di depan umum sebagai bentuk kredit atas kinerja Anda? Khususnya ketika pihak manajemen turut hadir.
Pernahkah Anda dan anggota tim Anda, diajak makan bersama oleh leader Anda dengan uang pribadi dia sendiri sebagai bentuk terima kasih?
Jika jawaban Anda iya untuk satu, dua atau ketiganya, bagaimana rasanya?
Kalau Anda punya bawahan atau anak buah, pernahkah Anda melakukan sebaliknya? Mengucapkan terimakasih, memberi kredit atas mereka di depan manajemen atau mentraktir mereka makan?
Jika belum, cobalah dan perhatikan reaksi mereka.
Affection.
Saya pikir, tidak ada bahasa kasih yang tidak diterima orang, sekalipun mungkin dicurigai awalnya.
Dikasihi, berarti dipedulikan oleh sesama Anda. Dalam dunia kerja atau bisnis, itu berarti dipedulikan oleh atasan Anda, rekan kerja Anda, bawahan Anda.
Contohnya...............
Ketika Anda diberi izin untuk mengantar anak Anda sekolah di hari pertamanya.
Ketika Anda diberi waktu cuti untuk berlibur atau istirahat karena kerja lembur.
Ketika Anda dijenguk rekan atau bawahan Anda ketika sakit atau berduka.
Ketika Anda dibawakan masakan sendiri buatan anggota tim Anda.
Ketika Anda diberi ucapan selamat ulang tahun oleh bawahan Anda.
Dan jika Anda pernah mengalami salah satu momen diatas, bisa jadi itu alasan utama Anda tetap berkarir di tempat Anda sekarang.
Atau jawaban mengapa ketika anda resign dari perusahaan lama, Anda merasa berat hati.
Juga mungkin jawaban, mengapa Anda merindukan tempat kerja Anda dulu, ketika Anda sudah berkarir atau berbisnis di tempat baru.
Affirmation.
Didukung, diberi support.
Saya tidak tahu situasi Anda, tapi pengalaman saya, ketika ada dukungan dari atasan, dari rekan kerja, dari bawahan atau dari partner bisnis Anda, seberat apapun tantangan Anda, akan terasa ringan.
Budaya "Gotong-royong", berlaku di semua segi kehidupan termasuk dunia kerja dan bisnis.
Saya pernah punya atasan yang luar biasa, selama proyek berjalan, selalu menanyakan progress saya, kesulitan saya, dan berusaha membantu cari solusi jika ada masalah. Seorang leader yang hebat bagi saya.
Kisah Sang Alexander berikut kiranya menjadi inspirasi yang membangun
Kisah seorang Alexander Agung. Kisah seorang leader hebat di masanya, sekitar tahun 340 SM. Kisah yang saya pikir bisa mewakili makna 4A di atas.
Bayangkan gurun tandus, yang batu dan pasirnya dibakar oleh panas matahari. Kala itu tengah musim panas, rasanya seperti berada dalam panggangan. Alexander Agung bersama 30.000 tentara dan pasukan kalvari di belakangnya, berjalan melintasi gurun itu, gurun Gedrosian di Asia Kecil.
Sang Alexander, seperti setiap individu dalam pasukannya, sangat kehausan. Tapi dia tetap berjalan di garis terdepan.
Itu yang bisa dia lakukan untuk tetap maju. Dan ini yang membuat pasukannya tetap bertahan, karena melihat sang pemimpin menjalani hal yang sama dengan mereka.
Selagi mereka terus melangkah, sekelompok kecil pasukan infantri telah pergi mencari sumber air. Dan ketika menemukannya, walau hanya sedikit air tergenang di parit kecil, mengambil air sebanyak yang mereka bisa dan segera kembali. Membawa harta karun tak ternilai itu, kepada Alexander.
Dan sesaat sebelum mereka tiba, air pun dituangkan kedalam helm dan diberikan kepadanya.
Alexander, berterima kasih, mengambil helm tersebut dan dalam posisi yang bisa dilihat seluruh pasukannya, menuangkan air tersebut ke tanah.
Alexander turut merasakan kehausan tentaranya, menghargai usaha infantrinya, dia sendiri pun berjalan di garis terdepan, menyatukan diri dengan prajuritnya dan menjadi penyemangat seluruh anak buahnya.

Bagikan Artikel Ini Kepada Teman Anda

Share on FacebookTweet on TwitterPlus on Google+


EmoticonEmoticon